7 November 2009 01:00 PM

Bersama Kakak Tercinta
“Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti……….”
“Qabiltu nikakhaha wa tazwijaha bil-mahril-madzkur haallan…”
Kau kini mempunyai tanggungjawab yang besar.
Kau kini tak bisa sebebas seperti dulu.
Rumah ini pun akan segera ‘kehilangan’ salah satu penghuninya.
Tak terasa waktu berjalan cepat sekali ya.
Rasanya baru kemarin masih bermain bersama.
Alhamdulillah…
Semoga kau bahagia selalu.
Adikmu ini hanya bisa mendoakan dari sini.
Selamat kepada kakakku tersayang, mas Handoko dan mbak Evellyne. Selamat menempuh lembaran hidup baru.
Baarokallohu laka, wabaaroka ‘alaika
Wa jama’a baynakuma fii khoir
“Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkati mereka berdua dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikan pembuka pintu-pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah serta rasa aman bagi umat…”
Rumah yang mulai menyepi, 7 November 2009
Tulisan ini sebagai balasan atas “Aku Menangis untuk Adikku 6 kali”-mu yang dulu.
Download PDF version
Search engine terms:
ankahtuka, perpisahaan adalah lembaran hidup baru, baarokallohu laka, qabiltu nikakhaha wa tazwijaha, bergeraklah tarbiyah,
barakallah untuk mas Handoko dan mb Evellyne
semoga adiknya cepat menyusul
mengharukan sekali :’)
barakallah :)
Alhamdulillah, Barakallah buat mas Handoko dan Ellen. Selamat membina keluarga baru. Semoga sakinah mawaddah warrahmah. Aamiin